Share.and.follow.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Rumah tusuk sate

MENYIASATI RUMAH TUSUK SATE

APA ITU RUMAH TUSUK SATE?
Rumah tusuk sate adalah rumah yang terletak di pertigaan jalan dengan salah satu sisi jalannya berhadapan langsung dengan rumah tersebut. Ada juga yang menggambarkan lokasi rumah tusuk sate seperti huruf T.
Umumnya rumah ini tidak terlalu diminati oleh sebagian konsumen karena banyaknya anggapan negatif tentang rumah tusuk sate ini. Tetapi ada juga sebagian konsumen yang tidak terlalu terpengaruh dengan anggapan tersebut. Walaupun demikian untuk tetap menarik minat konsumen, rumah tusuk sate biasanya dijual oleh pengembang dengan harga yang khusus.
Di sini kita akan membahas anggapan-anggapan negatif yang berkembang di tengah masyarakat dan bagaimana pula menyiasati rumah tusuk sate.
ANGGAPAN ORANG TERHADAP RUMAH DI TUSUK SATE
  • ‘ Kata orang Feng Shui rumah tusuk sate kurang bagus,' . Itu anggapan yang sering dilontarkan oleh konsumen ketika ditawari rumah di area tusuk sate. Terlepas mereka mengerti tentang Feng Shui ataupun tidak. Anggapan ini masih menjadi alasan utama mengapa konsumen enggan membeli rumah di area ini. Sepertinya anggapan ini sudah menyatu dengan rumah tusuk sate. Dari anggapan itu, rumah tusuk sate identik dengan rumah yang kurang bagus, rumah yang tidak membawa hoki bagi penghuninya dan banyak lagi kekhawatiran lainnya yang membuat konsumen berpikir ulang untuk membeli rumah di kavling ini. Kali ini kita tidak membahas rumah di tusuk sate dari segi Feng Shui, tetapi dari segi teknis. Secara pribadi, saya yakin kalau Feng Shui juga mempunyai unsur positif yang bisa diterapkan untuk menyeimbangi unsur negatif yang timbul dari efek rumah tusuk sate, sehingga rumah tersebut tetap nyaman untuk ditempati.
  • Ada anggapan kalau rumah tusuk sate itu kurang sehat bagi penghuninya . Ini mungkin ada benarnya juga karena rumah ini terletak berhadapan langsung dengan jalan dan terpaan angin dari jalan ini biasanya sangat kencang serta seringkali membawa debu dari kendaraan yang melintas di depan rumah. Seandainya rumah ini berada di area yang ramai dilalui kendaraan tentu saja akan semakin banyak debu yang masuk ke dalam rumah yang ujung-ujungnya berakibat kurang baik bagi kesehatan.
  • Karena berada di pertigaan jalan maka kebisingan di area tusuk sate biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan rumah yang hanya dilalui oleh satu jalur kendaraan. Bisa dibayangkan kalau rumah ini berada di area permukiman yang padat lalu lintas dan kebetulan lampu merahnya tidak berfungsi dengan baik. Suara klason mobil yang bersahut-sahutan seolah menjadi back sound bagi lingkungan ini. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan keadaan ini, tentu saja tinggal di area tusuk sate cukup mengganggu.
  • Ada seorang teman yang bilang kalau tinggal di rumah tusuk sate itu rawan ditabrak kendaraan . Bayangkan saja kalau ada pengemudi kendaraan dengan kecepatan tinggi dan kurang berhati-hati, ada kemungkinan dia dapat menabrak rumah tersebut, terutama pada malam hari di mana penerangan lingkungannya masih sangat minim.
  • ‘Susah jualnya lagi', begitu anggapan lainnya tentang rumah tusuk sate. Bagi konsumen yang membeli rumah karena alasan investasi yang kemudian hari akan dijual atau disewakan lagi, rumah di area tusuk sate kurang diminati karena beranggapan susah untuk dijual.
MENYIASATI RUMAH TUSUK SATE
Secara pribadi, tinggal di rumah tusuk sate bukanlah sesuatu yang menakutkan seperti anggapan orang selama ini. Bahkan ada orang yang menyenangi area tusuk sate terutama untuk tempat usaha karena areanya terlihat dari segala arah.
Pada prinsipnya mendesain rumah di area tusuk sate hampir sama dengan rumah lainnya. Yang perlu mendapat perhatian adalah bagian depan bangunan karena berhubungan langsung dengan 2 ruas jalan.
Beberapa trik yang dapat dilakukan untuk menciptakan ruangan yang nyaman di rumah tusuk sate:

Anggapan : rumah tidak sehat
Karena aliran angin yang datang dan membawa debu dari jalan yang berseberangan melalui bukaan depan (dapat berupa pintu utama & jendela) terlalu kencang, maka sebaiknya bukaan tersebut dikurangi atau dialihkan. Contohnya pintu utama dihadapkan ke samping. Selain itu, ada baiknya juga kita tidak menempatkan dapur dan ruang makan di bagian depan rumah, untuk menghindari jangan sampai makanan kita penuh dengan debu. Makanan yang berdebu berakibat buruk terhadap kesehatan.

Anggapan : rumah tusuk sate itu ‘berisik'.
Untuk mengurangi kebisingan, kita dapat menempatkan barrier di depan rumah yang fungsinya mengurangi kebisingan. Barrier ini dapat berupa dinding pagar yang cukup tinggi dan juga pepohonan yang rindang. Selain itu dapat juga menempatkan ruang-ruang yang membutuhkan ketenangan seperti kamar tidur dan ruang kerja di bagian belakang rumah - tidak berhubungan langsung dengan jalan. Sementara itu ruang-ruang yang tidak membutuhkan ketenangan seperti ruang keluarga dan ruang tamu diletakan di bagian depan. Peninggian level lantai rumah dibandingkan jalan juga merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi kebisingan lalu lintas.

Anggapan : rumah tusuk sate rawan kena tabrakan.
Untuk menghindari rumah ditabrak oleh kendaraan terutama pada malam hari, kita perlu menempatkan penerangan yang cukup di depan rumah, seperti lampu taman. Lampu jalan memegang peranan penting bagi penerangan lingkungan. Untuk berjaga-jaga saja bagi yang ingin membangun rumah di area tusuk sate sebaiknya dinding terluar rumah agak jauh dari jalan. Kalaupun terjadi tabrakan, rumah kita masih tetap aman.
Seandainya kita sudah membeli rumah di area tusuk sate dan tidak mempunyai kesempatan untuk memindahkan bukaan utama ke samping ataupun memindahkan kamar tidur ke arah belakang, karena mungkin akan memakan biaya renovasi yang cukup besar, langkah yang dapat kita lakukan adalah dengan penanaman pohon pelindung seperti pohon bambu dengan jarak pohon yang rapat. Pohon bambu ini selain mengurangi terpaan angin yang masuk juga dapat berfungsi untuk memfilter debu yang masuk ke dalam rumah.
Akhir kata, tidak ada lokasi yang tidak bagus, tergantung bagaimana kita memandang dan menyiasatinya. Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar